Becker Makes it Better

Becker makes better, ungkapan tersebut terasa pas terdengar di telinga. Tak cuma dari rimanya saja, namun juga dari fakta di atas lapangan. Iya, kehadiran Alisson Becker telah membantu memperkuat lini belakang The Reds di musim kompetisi 2018/2019.

Semua memahami bahwa penjaga gawang adalah titik terakhir dari sebuah pertahanan dalam permainan sepak bola. Cukup krusial dalam sebuah team, apalagi kita berbicara tentang team seperti Liverpool yang mempunyai performa lini belakang yang tak kunjung membaik di beberapa musim terakhir.

Masih jelas teringat bagaimana menjelang penutupan musim 2017/2018, Kopites seluruh dunia disuguhi dengan tontonan horror berupa blunder Loris Karius pada saat laga final Liga Champions melawan Real Madrid. Dan berujung dengan musnahnya mimpi untuk memeluk Piala Champion untuk ke 6 kalinya.

Bukan bermaksud untuk menyalahkan Karius atas kekalahan tersebut, karena tentu saja kekalahan atau kemenangan tetap ditentukan oleh banyak faktor. Namun insiden tersebut dapat menjadi contoh betapa posisi penjaga gawang memiliki peran yang sangat penting, tak kalah penting dengan posisi manapun di lapangan sepak bola.

Kedatangan Alisson di musim 2018/2019 seakan menjadi angin segar. Segala harapan indah mengenai perbaikan di lini penjaga gawang The Reds pun segera menyeruak diantara semua elemen klub. Tak murah memang, Liverpool harus menebusnya dengan mahar 72,5 juta euro dari team serigala Roma.

Embed from Getty Images

Hasilnya, pria asli kelahiran negeri Samba 2 Oktober 1992 dengan berat 91 kg dan tinggi 191cm tersebut, mampu membuktikan diri menjadi sosok yang tak tergantikan di bawah mistar gawang Liverpool FC sampai saat ini. Angka clean sheet 12 dari 20 pertandingan kompetisi awal Premier League 2018/2019 adalah menjadi pembuktian shahihnya.

Melihat performanya saat ini, sangat-sangat membuat supporter Liverpool tenang dan yakin akan kualitas dari seorang Alisson Ramses Becker. Performa terbaik di point Fantasy Premier League menjadi bukti kualitas yang dimiliki oleh penjaga gawang yang mendapat julukan O Goleiro Gato (Si Kiper Tampan).

Untuk melihat bukti lainnya, tak ada salahnya kita coba bandingkan performa Alisson dengan Mignolet dan Karius. Angka statistik perbandingan ketiga goalkeeper berikut ini diambil dari situs Premier League. Analisanya dari faktor Goalkeeping, Defence, Discipline, serta Team Play, serta hanya dilihat dari performa di kompetisi Premier League saja.

PERBANDINGAN SECARA UMUM

Data Alisson diambil dari 20 penampilan awalnya di musim 2018/2019, sedangkan Karius dan Mignolet di musim sebelumnya. Pada musim 2017/2018, Karius dan Mignolet berbagi rata jumlah penampilan sebanyak masing-masing 19 kali semusim.

Secara keseluruhan Alisson unggul dari clean sheet dan persentase kemenangan. Alisson mendapatkan 12 kali clean sheet (atau 11 kali jika dihitung dari 19 pertandingan awal), Karius berada di posisi kedua dengan 10 kali clean sheet disusul Mignolet dengan 7 kali dari masing-masing 19 pertandingan.

Alisson juga belum pernah merasakan kekalahan, sedangkan Karius mengalami 3 kekalahan dan Mignolet kalah sebanyak 2 kali.

FAKTOR GOALKEEPING

Alisson juga unggul dari sisi jumlah saves, 46 kali berbanding 31 kali Karius dan 36 kali Mignolet. Hanya saja Alisson belum pernah melakukan saves penalti.

FAKTOR DEFENCE

Dari sisi defence, kinerja pertahanan The Reds bersama Alisson relatif paling bagus ditandai dengan jumlah kemasukan gol yang paling sedikit dibandingkan dengan kedua goalkeeper lainnya.

Namun yang mengejutkan justru ternyata Karius unggul dari sisi errors leading to goal. Karius tercatat tidak melakukan kesalahan yang berujung kemasukan gol di ajang Priemer League musim lalu. Berbanding terbalik dengan Alisson dan Mignolet yang masing-masing melakukan kesalahan berujung kebobolan sebanyak 2 kali.

FAKTOR DISCIPLINE

Alisson belum pernah melakukan pelanggaran sama sekali, sedangkan Karius sebanyak 3 kali dan diganjar kartu kuning sekali. Mignolet nahkan melakukan lebih banyak pelanggaran, sebanyak 5 kali dan 3 diantaranya berujung hadiah kartu kuning.

FAKTOR TEAM PLAY

Dari faktor terakhir, Alisson unggul mutlak kedua kompatriotnya. Tampak Alisson mampu menjadi goalkeeper yang mampu membantu membangun serangan dari bawah. Dapat dilihat dari angka umpan dan akurasi umpan jauh yang berhasil dilakukannya.

Potongan klip berikut ini menjadi salah satu pembuktian atas kemampuan long pass Alisson. Pada saat pertandingan melawan Arsenal akhir tahun lalu, umpan jarak jauh Alisson menjadi mula dari serangan balik cepat Liverpool yang berujung pelanggaran kepada Mo Salah di kotak penalti Arsenal.


Serangan balik cepat yang dimulai dari umpan Alisson ke Firmino

Alisson juga mendemontrasikan kemampuan mengawali serangan balik tersebut saat pertandingan away melawan Burnley, tak lama sebelum laga melawan Arsenal di atas. Setelah melakukan save gemilang, Alisson langsung mengumpan bola ke Sturridge yang diterukan ke Mo Salah dan diakhiri dengan gol oleh Shaqiri.

Dengan performa yang cemerlang sejauh ini, wajar jika Alisson diharapkan bukan hanya menjadi penjaga gawang saja, namun juga menjadi penjaga asa dan mimpi Liverpool FC untuk merengkuh gelar juara di akhir musim nanti.

Dan yang pasti, fakta dan angka-angka statistik di atas cukuplah menjadi bukti bahwa memang Alisson Makes Better

Oleh : Rizki Mustiono, Kopites Tangerang. (Twitter : @mustiono_rizki)

Blog ynwaindonesia ini menyediakan ulasan dan informasi mengenai serba serbi Liverpool FC bagi para Kopites Indonesia, fans Liverpool FC Indonesia. Berisi ulasan pertandingan Liverpool FC dan info transfer pemain Liverpool FC. Juga statistik team Liverpool FC maupun statistik individu pemain Liverpool FC. Tak ketinggalan opini penulis dan kontributor tentang Liverpool FC. YNWA Indonesia, You Will Never Walk Alone Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *